Respons dan Harapan Ketua LAZISNU PBNU soal Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza
17 Januari 2025
Jakarta, NU Care
NU Care-LAZISNU PBNU turut menyambut gembira tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza antara Hamas dan Israel, yang mulai berlaku pada Ahad, 19 Januari 2025.
Setelah 15 bulan genosida yang menghancurkan Gaza, kesepakatan ini menjadi harapan baru untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan. Sebagai lembaga filantropi yang berkomitmen terhadap isu kemanusiaan, NU Care-LAZISNU mendukung penuh langkah ini sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian dunia.
Ketua LAZISNU PBNU, Habib Ali Hasan Al Bahar berharap gencatan senjata ini dapat berlangsung secara permanen untuk menciptakan perdamaian dunia dan mencegah tragedi kemanusiaan di masa mendatang.
“Kami sepenuhnya mendukung langkah gencatan senjata ini sebagai wujud nyata komitmen terhadap keadilan dan kemanusiaan yang bersifat universal,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan gencatan senjata ini sebagai titik awal untuk terus membangun dialog yang lebih baik antara kedua belah pihak.
“Sebagai umat manusia, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa perdamaian ini tidak hanya untuk sementara, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih baik bagi semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Waryono Abdul Ghofur dalam satu kesempatan memberikan apresiasi kepada NU Care-LAZISNU atas kontribusinya yang konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina.
“Palestina tidaklah jauh dari kita. Mereka adalah bagian dari Islam dan kemanusiaan secara umum yang wajib kita bela dan bantu,” ujar Waryono pada kegiatan Sound of Freedom Palestina, 29 Desember 2024 lalu.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, pada kesempatan yang sama juga turut menekankan pentingnya peran lembaga seperti NU Care-LAZISNU dalam mendukung diplomasi kemanusiaan untuk Palestina.
“Saat ini persatuan diplomatik, politik, dan hukum internasional masih belum sempurna. Oleh karena itu, civil society seperti NU harus menunjukkan kekuatan dan soliditas untuk memperkuat diplomasi kemanusiaan. Pengalaman NU dalam menyelesaikan konflik dan penanganan kemanusiaan sudah terbukti luas,” ungkap Sudarnoto.
Untuk diketahui, kesepakatan gencatan senjata ini mencakup penghentian sementara pertempuran, pertukaran sandera dan tahanan, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Menurut laporan resmi yang dilansir dari Al Jazeera, perang ini telah menewaskan lebih dari 46.700 warga Palestina, 110.265 terluka, serta sekitar 2 juta orang mengungsi, mayoritas menuju Rafah di dekat perbatasan Mesir. Di tengah kehancuran, ada lebih dari 10 ribu korban yang belum ditemukan di bawah reruntuhan.
Pewarta: Putri Azmi M/ Zahramaay
Editor: Wahyu Noerhadi
Berita lainnya